Bob Hage Ketua Baru PDW Sentul

Sesungguhnya setiap anggota Paguyuban Dharma Wulan adalah anggota pergerakan. Karena Dharma Wulan merupakan suatu gerakan, yang mcmperjuangkan hak-hak para warga usia lanjut di Indonesia.


Dharma Wulan didirikan dengan didasari cita-cita atau keinginan bahwa setelah berusia lanjut tidak mau diam saja berpangku tangan, sambil menunggu panggilan Yang Maha Kuasa yang tak jelas kapan. Cita-cita yang tersuratkan di dalam visi-misi Dharma Wulan tersebut, yakni dijalaninya kehidupan mandiri, terhormat-bermartabat dan bermakna oleh para warga lanjut usia, terus diupayakan dengan berusaha mencapai tahap kehidupan itu dalam diri sendiri lebih dahulu, dan mengajak mereka yang telah berusia limapuluh tahun atau lebih untuk melakukan hal yang sama.

Hidup ini indah, dan akan jauh lebih indah jika kita benar-benar menjalaninya dengan kemandirian, dihormati dan bermakna bagi sesama. Dan setiap orang sebenarya juga berhak menikniati keindahan tersebut, sampai usia berapa pun. Hanya saja, seringkali orang tersandung oleh kepentingan atau kesenangan pribadi, memburu kepentingan atau kesenangan itu, serta mengabaikan orang lain. Kita juga sering terpecah-pecah karena masalah kepentingan itu, lupa atau sengaja melalaikan kenyataan bahwa dengan bersatu dalam perjuangan bersama di dalam organisasi, bahkan semua organisasi lanjut usia, kita dapat lebih kuat dan cepat meraih kehidupan yang kita cita-citakan.

Jadi, mari kita kokohkan persatuan di dalam Dharma Wulan, dengan mengutamakan kepentingan bersama, bukan kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok kita sendiri. Disadari atau tidak Dharma Wulan, dengan bertambahnya jumlah warga usia lanjut serta usia yang makin panjang, akan selalu dihadapkan pada masalah-masalah besar yang menjadi tantangan di masa depan.

Tantangan itu antaranya adalah:

Adanya    penurunan    yang    terus     menerus (declining), yang akan diikuti dengan hadirnya

Ketidakmampuan (disabilities)

Ketergantungan (dependence) dalam keuangan dan fisik. Inflasi, tingginya biaya pengobatan, kecilnya  uang  pensiun,   dan   lain-lain,   dapat mengarahkan warga usia lanjut

Hidup dalam kemiskinan.

Tantangan-tantangan   tersebut   menjadi   ancaman terhadap setiap orang yang usianya terus menanjak. Oleh sebab itu para warga usia lanjut (dan mereka yang ingin hidup di usia lanjut dengan lebih baik dan lebih nyaman) harus dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menekan dampaknya, memberikan jawaban yang tcpat atas tantangan yang ada.

Di sini nanti akan dipaparkan 7 langkah ajakan yang layak ditawarkan kepada para warga usia lanjut dan generasi yang dalam waktu dekat akan memasuki usia lanjut, bahkan kepada yang berusia lebih muda lagi (menjelang usia 50 tahun). Tetapi sebelumnya mari kita simak kondisi kependudukan yang terjadi saat ini.

Pertumbuhan penduduk

Jumlah penduduk dunia memasuki abad ke-20 (tahun 1900) sekitar 1 milyar, memasuki abad ke-21 (tahun 2000) menjadi 6 milyar, dan pada tanggal 31 Oktober 2011 yang baru lalu sudah mencapai 7 milyar orang. Dari jumlah itu, penduduk yang berusia lanjut tahun 2011 sekitar 900 juta (12,8%) termasuk di dalamnya 105 juta (1,5%) orang yang usianya sudah 80 tahun atau lebih. Jumlah itu akan terus meningkat dari waktu ke waktu, dan diperkirakan pada tahun 2050 jumlah penduduk dunia akan mencapai 11 milyar orang, 2 milyar (23%) di antaranya berusia 60 tahun ke atas dan 400 juta (3,6%) sudah 80 tahun ke atas. Data-data tersebut diperoleh dari United Nation (PBB) yang menerbitkan World Population Prospect (the 2008 Revision).Pada tahun 2050, diperkirakan di kawasan Asia Pasifik, 1 dari 3 orang akan berusia 60 tahun atau lebih. Jepang, menduduki posisi pertama dengan 44% penduduk berusia 60 tahun + Korea, 41%, Singapore 40%, Hong Kong 39%, China, 31%, dan Indonesia, 25%. Sedangkan Usia Harapan Hidup pada 2011 ini Jepang dan Hong Kong berada di posisi pertama (86 tahun), lalu Singapore dan Macau (81 tahun), China (74 tahun), Indonesia (72 tahun), dan rata-rata dunia 69 tahun. Perempuan pada umumnya hidup lebih lama 4-5 tahun daripada laki-laki.

Apa artinya angka-angka di atas? Artinya, warga usia lanjut, di kemudian hari jumlahnya bertambah banyak, hidupnya lebih lama, dan mereka juga akan lebih sehat, lebih aktif, lebih produktif (bekerja, sukarelawan, belajar), dibandingkan kelompok yang sama sebelum-sebelumnya. Kecenderungan ini penting sekali untuk diketahui. Angka-angka yang merupakan gambaran tentang ledakan penduduk dunia itu juga menyediakan sejumlah peluang. Yaitu, pangsa pasar yang makin besar dan berdaya beli, dibutuhkannya rancangan-rancangan baru atau produk-produk khusus, termasuk produk healthy ageing. Produk-produk untuk active ageing, produk dan fasilitas untuk productive ageing, serla produk untuk wealthy ageing, semakin diperlukan karena banyaknya orang-orang yang berusia panjang.

Menanggapi masalah-masalah yang akan terjadi, PBB dan Badan-badan Dunia lainnya membuat pemikiran-pemikiran dalam bentuk Deklarasi, kebijakan dan Rencana Aksi, yang sudah dilakukan sejak 1982 dengan mengadakan Vienna Declaration and Plan of Action on Ageing. Pada tahun 1991, dimunculkan United Nation Principles for Older Persons dan Guideline on the Implementation of the Macau Plan of Action on Ageing for Asia and the Pacific. Tahun 1998 dengan Macau Plan of Action, UN_ESCAP. Tahun berikutnya (1999) United Nations: Toward a Society of All Ages dan Shanghai Implementation Strategy (UN-ESCAP): RegionalImplementation for the Madrid International Plan of Action on Ageing 2002 and the Macao Plan of Action on Ageing for Asia and the Pacific 1999. Kemudian Political Declaration and Madrid International Plan of Action on Ageing (Madrid 2002) (terdapat di dalam Buku Pintar untuk Lanjut Usia yang diterbitkan LLI tahun 2007).

Peran Pemerintah

Sedangan dalam skala nasional, pemerintah telah memutuskan adanya Hari Lanjut Usia Nasional, 29 Mei 1996, dan mengeluarkan kebijakan berupa: UU Rl No. 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, Peraturan Pemerintah No. 43 tahun 2004, tentang Pelaksanaan Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia, UU RT No. 40 tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional, Keputusan Presiden No. 52 tahun 2004 tentang Komisi Nasional Lanjut Usia, serta Keputusan Presiden No. 93/M tahun2005 tentang DNIKS (Dcwan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial), demikian pula adanya Rencana Aksi Nasional (RAN) untuk Kesejahteraan Lanjut Usia (Kemenakertrans).

Apa yang telah dilakukan pemerintah terhadap warga lanjut usia hingga saat ini masih sangat terbatas, bahkan kemampuan melaksanakannya dan niat baik untuk mengusahakan kesejahteraan bagi lanjut usia masih disangsikan oleh banyak pihak. Oleh sebab itu kita harus mengandalkan upaya-upaya lain, yaitu dengan melayani diri sendiri (self care) untuk mandiri, mengandalkan keluarga sebagai yang utama (family as core), berhubungan baik dengan warga sekeliling rumah karena tetangga adalah pendukung (neighbor as support). Pemerintah dengan demikian hanyalah sebagai pelengkap (goverment as supplement).

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *