Kegiatan Operasi Bibir Sumbing Gratis Di Pemalang dan Boyolali

Foto Bersama Keluarga Pasien

Kegiatan  Operasi Bibir Sumbing Gratis di Pemalang dan Boyolali

Jumlah penderita kelainan bibir sumbing dan langit-langit mulut di Indonesia meningkat sebanyak 5000 kasus per tahunnya. Dari setiap 1000 kelahiran di Indonesia 8 di antaranya adalah penderita kelainan ini, diperkirakan terdapat lebih dari 8000 kasus baru per tahun, dan penderitanya sebagian besar berasal dari kalangan tidak mampu.

Penderita kelainan kongenital, jika tidak ditangani secara dini dan komprehensif, akan mengalami gangguan estetik, pengunyahan dan bicara, di kemudian hari. Penanganan pasien perlu dilakukan secara bertahap. Dimulai dengan tindakan koreksi bibir (labioplasti) , koreksi langit langit mulut (palatoplasti), koreksi tulang rahang (Bone graft) dan juga koreksi hidung (rhinoplasti). Dengan tindakan koreksi yang dilakukan dengan tepat dan cepat, para pasien akan mendapatkan hasil yang optimal baik dari segi estetik maupun fungsi.

Operasi Bibir Sumbing yang dilakukan di Kota Pemalang (RS.Santa Maria) dan di Kota Boyolali (RSUD Pandan Arang) kali ini, bagi penderita kelainan bibir sumbing dan langit langit mulut kali ini diberikan secara cuma-cuma. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Yayasan Dharma Wulan, Tim Dokter Senyum Merah Putih, Smile Train, PT.Gunung Subur dan juga pemkot setempat. Sedangkan Tim dokter yang melakukan operasi ini sebagian berangkat dari Jakarta dan sebagian lagi dari Yogyakarta. Pemilihan Rute perjalanan ke daerah sempat menjadi bahan diskusi serius mengingat cuaca di Ibukota dan di daerah Jawa-Pantura yang tidak bersahabat. Banjir dan longsor di sejumlah wilayah membuat kami harus memperhitungkan segala kemungkinan yang dapat terjadi.

Perjalanan dari Jakarta menuju Tegal ditempuh dengan kereta api Cirebon Express pada 22 Januari 2014. Sampai di Stasiun Tegal kami dijemput oleh Drg Iwan SpBM untuk kemudian diantarkan ke hotel di Pemalang. Di sana telah menunggu anggota Tim dokter lain yang berangkat dari Yogyakarta dengan menggunakan mobil. Tim Dokter dari Yogyakarta sebagian besar berasal dari FKG Universitas Gajahmada dan RS Dr.Sardjito Yogyakarta.

 

Kegiatan dimulai pada esok harinya, tanggal 23 Januari 2014, pukul 7.30. Kegiatan dibuka dengan doa bersama dan sambutan dari Dr Widodo selaku direktur RS Santa Maria- Pemalang. Saat kami datang, telah menunggu puluhan anggota keluarga pasien yang sudah tidak sabar untuk mendapatkan penanganan. Secara keseluruhan, kegiatan operasi di Pemalang selama dua hari (23-24 Januari 2014) dapat melakukan operasi pada 17 pasien. Operasi yang meliputi Labioplasti (penutupan celah bibir), palatoplasti (penutupan celah langit-langit), penutupan fistula langit langit dan juga koreksi hidung dan jaringan parut pada pasien yang telah pernah dioperasi sebelumnya.

Pada pukul 21.00 tanggal 24 Januari 2014, setelah makan malam bersama, tim dokter bertolak ke kota Boyolali. Perjalanan ditempuh dalam waktu hampir 8 jam, karena kondisi jalanan yang sangat jelek dan macet. Sesampainya di motel Pondok Indah di Boyolali, tim dokter hanya memiliki waktu sekitar 3 jam untuk beristirahat, karena tepat jam 7.30 acara pembukaan sudah dimulai di RSUD Pandan Arang. Kami dijemput oleh Drg Dian S SpBM untuk berangkat ke RSUD setempat. AnchorIni adalah kali kedua kami melakukan Operasi bibir sumbing gratis di Boyolali, sehingga kedatangan kami ini mendapatkan banyak sambutan dari sahabat kami, para staff dokter, staff perawat dan juga dari keluarga pasien yang sebagian sudah kami kenal.

Operasi di Boyolali yang dilakukan selama 2 hari mampu menangani 13 pasien. Pada beberapa pasien ditemukan kasus yang memang sangat sulit, karena pasien telah pernah dioperasi di tempat lain akan tetapi masih terdapat masalah pada daerah operasinya.

Kegiatan Operasi Bibir Sumbing Gratis di Pemalang dan Boyolali berjalan dengan baik. Seluruh pasien dapat dioperasi dengan baik tanpa ada komplikasi. Perawatan setelah operasi akan ditangani oleh dokter spesialis bedah mulut dan maksilofasial di RS setempat, sehingga pasien tidak dibiarkan begitu saja setelah operasi. Sambutan dari keluarga pasien dan pihak rumah sakit juga sangat positif. Tim Dokter telah mendapatkan permintaan dari beberapa pihak agar dapat kembali lagi melakukan operasi di RS setempat. Saat ini juga terdapat daftar nama dari banyak pasien yang belum dapat ditangani karena keterbatasan waktu.

Akhir kata kegiatan ini dapat terlaksana karena adanya kerjasama yang baik dari berbagai pihak, seperti dari Yayasan Dharma Wulan, Smile Train, PT.Gunung Subur, RS Santa Maria Pemalang, RS Pandan Arang Boyolali dan juga para donatur lainnya. Kegiatan semacam ini akan diadakan secara rutin oleh Tim Senyum Merah Putih di daerah-daerah lain yang membutuhkan. Untuk daerah Jakarta dan sekitarnya operasi bibir sumbing gratis bagi pasien tidak mampu dapat dilakukan di RS Siloam Karawaci. Persyaratannya mudah, pasien hanya perlu datang dan mendaftar dengan membawa KTP. Di masa yang akan datang kami berharap ada bantuan dari berbagai pihak, sehingga kami dapat melakukan pelayanan terhadap lebih banyak pasien lain yang membutuhkan yang belum terlayani.

Drg Andi Setiawan Budihardja SpBM

Spesialis Bedah Mulut dan Maxillofacial

Tim Senyum Merah Putih

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *